Halaman

Kamis, 18 Juni 2015

BASRENG AYKOK dan Menyambut Ramadhan 1436 H 2015


Meskipun belum mendengar hasil sidang isbat dari MUI, namun berdasarkan gosip yang beredar dari mulut ke mulut puasa hari pertama tahun ini akan jatuh pada Hari Kamis, 18 Juni. Berbagai persiapan tentunya dipersiapkan untuk menyambut bulan suci umat muslim ini, termasuk juga Mas Adi, kakak laki-laki saya.

Beberapa hari sebelumnya dia sudah bolak-balik bbm saya akan minta tolong untuk mengirim paketan ke pulau seberang, kalimantan, dimana dia kerja, sesuai dengan apa yang telah dia minta, bahkan saya juga sempat (mau) dikirimi fotonya meskipun gagal terkirim alias saya ndak tau model barangnya, namun dikasih namanya.

Awalnya ada 2 macam barang yang harus saya kirim, dua duanya barang elektronik yaitu heatsin 1 buah dan usb mp3 player rakitan 1 buah. Dan kemudian berubah heatsink-nya ndak jadi, diganti basreng 4 bungkus. Kesemuanya harus dibeli dulu di Purworejo. Setelah diberikan lokasi relatifnya dan diancer-anceri berapa harganya maka berangkatlah saya menuju Purworejo kota.

USB mp3 player yang harusnya ada remotnya 

Tokonya berada di daerah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di kota saya ini. Di sekitar perempatan “Mickey Mouse” atau bahasa kerennya ya “Mickey Mouse Intersection” keren yak.. Ndak nyangka toh, kalau di Purworejo ada lokasi yang gahul gini? Saya sih biyasa aja.

Saya dipesen ke Toko Elektronik Libra untuk usb mp3 playernya dan Toko Aykok untuk basrengnya. Kedua toko ini berada tak jauh dari Mickey Mouse Intersection tadi, katanya. Saya memilih parkir didepan Sarinah purworejo, selain karena lokasinya berada di tengah dan juga sekalian lewat Sarinah sekalian window shopping Sarinah hehehe. Asal tau, Sarinah disini bukan nama orang kenalan saya, guru saya, orang yang saya ndak kenal, orang terkenal, apalagi makanan, itu nama pusat perbelanjaan.

Perempatan Mickey Mouse yang ternyata tulisannya "micky mouse"

Oiya, bulan Juni seperti ini Purworejo nyuaaman banget buat jalan-jalan. Entah hawa adem pancaroba ataukah ini rasa ramadhan yang sebentar lagi datang menyambut. Karena Purworejo itu hari-hari biasanya ya puanis, ya maklum wong daerah pesisir. Jadi, kalo ada sodara, temen, pacar, atau bule yang nanya kapan waktu baik dolan ke Purworejo, Jawab Juni! Panas matahari full dari pagi – sore, namun suasananya sejuk.. dijamin maknyus.

Oke skip promosinya.

Sebelumnya saya memang sudah tanya sama Mas Adi tentang apa saja barang elektroniknya dan saat saya berangkat ke Purworejo juga dikirim kembali gambar usb mp3 player-nya. Namun BASRENG.... Hmmmm.... Sempat saya tanya apakah basreng itu makanan? Bakso goreng? Yang sebenarnya pertanyaan itu buat guyon saja, karena jujur saya belum pernah dengar alat elektronik ataupun komponen elektronik yang namanya basreng.. Dan dijawab iya dengan nada guyon juga.. Oke fix, saya pikir basreng adalah nama komponen elektronik.

Juni adem di Purworejo

Toko Libra + usb mp3 player CHECK!!! Jalanlah saya menyusur emper-emper toko nyari Toko Aykok dengan basreng elektroniknya.

Nama Libra digabung elektronik saya cukup familiar karena seingat saya memang pernah kesana. Haini.. AYKOK, nama toko elektronik yang sungguh nyleneh buat saya. Setelah sempat wara wiri dan ingak-inguk sambil jalan, kok ya saya ndak nemu nemu Toko elektronik yang kata Mas Adi berada di selatan perempatan ini..

Sejauh jangkauan pandangan mata saya yang masih normal ini , diselatan perempatan hanya ada toko-toko makanan oleh-oleh dan dealer motor.. hmmm.. saya coba telfon Mas Adi, jangankan dijawab, diangkatpun tidak.. bbm hanya logo “D”,  sms nggak dibales, mau wasap kok ya kaka saya ini ndak main wasapan.. akhirnya sekalian sambil nunggu balasan, jalanlah saya nyari-nyari toko elektronik AYKOK ini..

Dan akhirnya...

Saya melihat tulisan “AYKOK”!!

Tapi kok isi tokonya MAKANAN...

Bersama itu pula telfonlah kakak saya yang bagus dewe ini..

AYKOK ki toko makanan to Mas? Begitu kiranya saya langsung tanya tanpa babibu atau acara salim-saliman dulu..

Ho’oh, tuku  basreng 4 bungkus ya....” Jawabnya singkat saja.

Bajindul, tak kira basreng jeneng komponen elektronik.. tiwas aku golak-golek..” saya mulai cemberut mendengar jawabnya yang sungguh polos..

lha kan wis tak kandhani, tuku basreng nang aykok....” Njuk jaremu “panganan..?” Tak jawab  “ho’ooh..” “Piye toh? Kok malah bingung..” Sepertinya Mas Adi juga malah bingung dengan kebingungan saya yang juga sedang bingung ini..

Saya cuman bisa mesem...ternyata jawaban Mas Adi kemaren itu pake ciyus. Jadi basreng itu ya bakso goreng. Entahlah apa yang dipingini Mas saya satu ini. Ataukah sedang ngidam? Kepingin Basreng kok ya ndadak nyuwun dikirim dari Purworejo ke Kalimantan, mbok yao tumbas nang kana maasss maaas... owalaah..

Jadi, Toko Libra = Toko elektronik dan Toko Aykok = Tempet nyari oleh-oleh di Purworejo

Oiya, Selamat puasa man-temans..

Sore ini mau buka dimana?

Sama siapa? Eh..



....






Read More »

Rabu, 03 Juni 2015

Warung Makan Gaul Anak Kos


Pada kesempatan yang berbahagia ini, pertama-tama marilah kita semua kembali mensyukuri atas terbitnya postingan ini..  June, please be nice..

Sebagai pemuda yang mengalami proses tumbuhkembang bersama suasana kosan, pemilihan tempat makan atau lebih sederhananya kita sebut saja dengan warung makan ala-ala anak kosan sungguh menjadi jembatan untuk menopang stabilitas di akhir bulan.. pret

Warung makan merupakan tempat nongkrong sekaligus pengisi perut yang kosong serta agar senantiasa stay up to date perkembangan dunia yang fana ini.. Tentu karena adanya fasilitas koran gratis, meskipun lebih banyak koran lama, toh juga belum pernah kita baca, ramasalah ya kan?

Menentukan lokasi makan yang rutinitas terjadi  3x sehari ditanggal muda dan semakin menyusut seiring bertambahnya angka di kalender merupakan keputusan yang harus diambil secara bijaksana. Pastinya, bosan akan mendera jika makan kok itu itu saja...  apa iya selamanya kita akan menggantungkan hidup dan masadepan kita di tangan Aa’ di warung burjo? Sorry Aa’ no offense, tapi kita butuh variasi a’..

Nah untuk mempercepat menentukan meeting point, mengisi perut dan tempat nongki-nongki dengan cepat sat-set-bat-bet maka muncullah nama-nama  beken dari warung makan favorit agar mudah dilihat, diraba, ditrawang,,, eh.. diingat maksudnya..

Nama nama beken ini pada nantinya akan dipakai sebagai nama warung tersebut,, selain cepat dan bakalan terlihat keren karena terdengar catchy, ini juga merupakan langkah antisipatif dari menghindari ketidaktahuan akan nama warung tersebut.. kalo ada warung yang namanya kembar, sama.. lhoo pastinya kita akan boros kata-kata yang digunakan sebagai keterangan penunjuk lokasi.. kita harus berperilaku hemat gaes.. ingat peribahasa gajah dipelupuk mata tak tampak, tanggal tua didepan matak.... hayooloo

Sebagai contoh misalnya, ketika menjadi penghuni Jogja, maka ada beberapa tempat paporit meeting point ya sebutlah :
  • Warung mbok-e : warung makan sederhana karena yang jualan sudah simbah sepuh dan deket kosan saya.
  • Burjo Cimindi .. pastinya karena warung burjo dan berlabel cimindi. Di deket kosan saya
  • Warung Pak Topo :  warung ayam kremeshh karena dari label yang jualan ya namanya pak topo itu..
  • Warung Mas Baqin : lhaini.. warung ramesan karena yang jualan mirip sama kakak angkatan yang namanya mas baq*n....  maafkan kami mas.. maaf...
  • Warung Bu Dib/Bu Ning : ini tempat nongki paporit yang menyediakan ramesan serta mie ongklok wonosobo dengan citarasa yang nge-blend dengan ilat­ jogja yang doyan manis-manis.
  • Burjo Teh Ninih : warung burjo dengan menu tambahan spesial pecel yang penjualnya si teteh yang muaniiis pool.. Sebagai apdet eh sekarang tetehnya berhijab lho!! Subhanallaah..
Warung Bu Ning/Bu Dib
Mie Ongklok Wonosobo rasa Jogja BuDib/Bu Ning
Suasana burjo Cimindi pas lagi sepi
Lalu muncullah lagi kemudian ada Pak No, ecek hemek, padangan, mbok galak, burjo dowo (panjang), dan muaaasih banyak nama-nama lainnya lagi...

Ketika saya sekarang hinggap di Solo, kota mantannya jokowi ini pun mengharuskan (yaelah) saya memberikan nama nama serupa sebagai trade mark warung yang pernah saya kecap bumbunya atau mungkin lebih tepatnya warung dailly hehehe.. misal :
  • Warung Kuning : warung ramesan dengan tahu krispi yahut dengan tembok warna kuning dan mobil jip lawas warna kuning yang selalu diparkir disampingnya..
  • Nasi Goreng Pait : warung tenda yang dari namanya sudah pasti menunya nasgor,tapi juga ada menu lain, bakmi, kwetiau, dll dengan menu jumbohohoho. Dinamakan pait karena pernah suatu ketika pesanan yang diantar untuk saya dan temen ada rasa gosong sehingga satu piring, hanya satu piring rasanya nyleneh .. pait.. jadilah nama yang kami sandangkan untuk warung tenda ini
  • Warung Mbah Suwi: warung ramesan, nasgor, dan mie-mie-an dengan chief simbah simbah sepuh cowok (wth!!)  yang masaknya masih pake arang dikipasin pake tangan sehingga untuk mesen hingga jadi lamanya setengah modiar.. namun sebanding dengan citarasanya.. duh mbaah.. ;(
  • Mie Mbilgidis : warung miayam bakso porsi kuli dengan taglinenya citarasa nomer sekian-sekian sekian .. hanya orang lapar yang bilang enak ..
  • Lotek/Pecel Simbah Ramutu : warung sederhana dengan penjual simbah simbah lotek murmer gorengan dingin sambel juwara.. 7000 makan puas!! Entah gimana caranya ngitung simbah ini, yang pasti muraaah.. Disebut ramutu ya karena harganya yang murah dan ndak masuk akal. Ya tapi ini mungkin yang membuat pelanggannya senantiasa mampir kembali..
  • Warung Simbah Ramutu Jilid 2 : warung simbah simbah ramesan yang juga sedia gado-gado dan lotek dengan lauk galantin yang aduhai dengan harga murahnya dunia akhirat.. semoga simbah sehat selalu mbah!!
Es Sirup di Warung Lotek/Pecel Mbah Ramutu
Menu di angkringan Pak-e
Serta muasih banyak lagi..  Nama-nama beken tadi umumnya diambil dari nama warungnya yang asli yang memang mudah dilafadzkan, atau nama penjualnya,atau karena menu andalannya, atau karena fisik penjual hingga hal-hal apapun yang mewakili ke-khas-an warung tersebut.. Dan rata rata yang jualan kok simbah simbah yak? Atuhlah..


Salam ....


Read More »

Senin, 18 Mei 2015

Meninggalkan yang Baik


Setiap ada permulaan maka pasti ada akhirnya.. tapi saya ndak mau mbahas yang gitu gitu Muehehehe..

Pernah jadi anak kos? Nginep di hotel? Losmen? Motel? Atau dikosan temen? Belum pernah? Rumah temen wistoh? Kalo belum pernah mungkin ­situ golongan kebuangeten...

Alangkah beruntungnya saya dilahirkan oleh bapak dan mamak saya yang walaupun ndak bisa dibilang orang yang disiplin buanget sampe kaya bapak-bapak tentara disono-sono noh.. tapi bapak-mamak saya ini sungguh menghargai kedisiplinan.. *sun bapak-mamak..

Dimulai dengan kedisiplinan, saya sedikit demi sedikit diwarahi untuk hidup bersih..

Lho, apa hubungannya Mas?

Ada dong! Pokoknya ada! Terserah saya pokokmen.. kalo dirasa kok ndak nyambung coba dipikirkan lagi.. pasti nemu...

Ada yang kosannya gini? bajindul! KEREN!!
Disiplin dalam kamus hidup saya dimulai dari pas bangun tidur dimana saya sudah diajari nglempit selimut/sarung yang biasanya dibuat kemul. Kemudian dilanjut ke kamar mandi untuk ritual buang racun dilanjut dengan wijik dan sebagaimana biasa dipampang di toilet umum “SIRAMLAH AIR SENIMU SAMPAI BERSIH” juga ndak lupa memposisikan gayung dengan telungkup setelah selesai menggunakannya hal itu berlanjut untuk kegiatan selanjutnya.. Baca buku tatakrama saja, cerita saya ini biar ndak moler-moler kedawan... oke?

Nah kebiasaan-kebiasan yang diturunkan oleh bapak mamak saya sepertinya (bukan sepertinya tapi yaqin, haqqul yaqin) kebawa sampai saat ini, dimana posisi saya masih menjadi anak kosan..

Ini surhat Mas? Ciyus?

Biarin... Jadi gini, Saya kok begitu gerah kalo di kosan melihat barang pating slengkrah.. Ndak sreg gitu deh. Sebenernya ndak Cuma kalo dikosan, dimana saja njuk kebawa-bawa. paling nggak sprei ya dirapi-rapi lah kalo dikosan.. Meskipun saya bukan ahli ndekor ruangan, tapi seenggaknya kalo melihat barang yang ditata perasaan saya menjadi lebih plong, walopun cara menatanya ya cuman sekedar ditumpuk. Kesan yang ringkes saya suka betul..

Lha itu dikosan temboknya gitu Mas?

Hiasan tembok pating trempel kalo saya mungkin masih okelah, asal jangan sawang atau bahasa bakunya jaring laba-laba.. tapi kalo lantai NO WAY! Mungkin saya terlalu kebawa-bawa emosi sesaat, mungkin. Mungkin juga karena sewaktu kecil rumah belum diporselen, sehingga ketika saya ngekos dan nemu lantai porselen yang kalo di tv pasti digambarkan dengan lantai putih bersih tanpa noda wangi cemara, dan suci dimana-mana juga kesan adem, CATET : adem! Sehingga saya malah jadi sok risih ketika menemukan lantai porselen yang kotor, mungkin..

Karena itu, nyapu menjadi hal wajib yang dilakukan di kosan. WAJIB. Begitu pula ketika saya akan meninggalkan kosan. Semua saya tata dulu, bersihkan, dengan harapan ketika nanti saya balik kosan, entah untuk berapa lama saya pergi, saya siap disambut dengan isi kamar yang rapi, bersih, wangi kalo bisa, sehingga ndak perlu repot-repot ndadak nyapu dulu. Kan capeknya dobel.Jadi kalo cuapek bizanget tinggal ngglebag saja bisa.. Ya apa ndak sih?

Begitu pula kalo saya nginep, nginep dimanapun. Saya akan usahakan untuk mengembalikan apa yang saya pakai pada kondisi semula, bahkan kalo bisa lebih rapi, karna saya ndak tahu entah kapan tapi mungkin saja toh saya bakal kembali ke tempat itu lagi?

Bukankah yang rapi itu lebih enak disawang?
*gambar dari google

ditulis dengan sepenuhnya surhat, salam..


 

...

Read More »

Jumat, 08 Mei 2015

Pulsa Pak No



Aku meh metu ki, mudun, titip apa? Saya berujar pada owok yang masih klugat-kluget ­diatas kasurnya

Pulsa ya, 10 biasa, Aku meh telfon Wiwik (bukan nama samaran) ” Jawabnya sambil terus memandang smartphone di depannya..

Yaa... 10 reguler , aku meh tuku sisan 10 sms neknu.. Ngendi kene sing ana ya? Tanya saya balik, wong saya ini belum begitu menjelajah sekitaran kosnya Owok ini

Nang Pak No ana kok” Jawabnya dengan masih tetap nyawangi smartphone. Kemudian saya merasa bagaikan angin lalu saja.. huft...

Saya kemudian turun dari lantai 2 Kosan yang berada di daerah Gentan ini. Sehabis turun tangga saya sempetin untuk nglingik teman saya satunya, Si Alex... kelihatannya dia juga sama seperti Owok, glundungan diatas kasur.. Nggak bohong, hawa adem-adem-sejuk kaliurang memang paling bisa bikin falling in love sama kasur..

Arep nang ndi Mas.?” Alex menyapa saya basa-basi, karena seharusnya ia sudah bisa mendengar percakapan saya dari lantai dua..

Pak No, tumbas pulsa.. bisa toh.? Jawabku sambil balik nanya Alex..

Hambok di sms wae..” Alex memberikan solusi praktis..

Nduwe nomere Pak No koe.. mbok sisan di smske dong..” Balasku sambil mulai mendekat dan melepas sandal.

Nduwe Mas,  arep sing piroan..? Alex mulai mengambil blackberry merahnya

10 reguler, 10 sms...” Saya mulai thenguk-thenguk didekatnya..

Waaaa... Nang Pak No ki ra ana sing sms...” Jawabnya  sambil mulai mengetik

Ho’oh po..? dijajal sms sik wae jal..” Saya tetap berusaha..

Njuk mbayare..?” Tanyaku berlanjut..

Yo nang Pak No..” Jawabnya enteng..

Wooo lhaaa... asyem, padha wae aku tep kudu mrana Leeex...” Jawabku sambil nyamber sendal keluar

Suwuuun yaaa...” Terusku sambil melangkah ke garasi..

 Nyelah saprol, lalu pelintir gas menuju warung angkringan Pak No yang berada tak begitu jauh dari kosan. Sebenarnya bisa jalan kaki, paling ndak sampe 5 menit, tapi berhubung saya ada perlu ya sekalian manasin si saprol..

dari jalan2.com
Angkringan Pak No ibarat oase di gurun pasirnya anak kos gentan ini.. Ya ndak se-oase oase banget, tapi menjadi jujugan yang friendly..

Angkringan Pak No Gentan itu ndak 24 jam kayak SPBU dan bukanya pun hanya 6 hari seminggu, alias hari minggu dan juga pas sholat Jumat tutup.. “Karena minggu adalah waktu untuk keluarga” begitu jawab Pak No suatu ketika, pas ditanya anak-anak kosan kenapa kalo minggu malah tutupan..

Sebagai pelanggan tetap bersama beberapa anak kosan lain, saya hanya mengangguk saja tanpa ada perlawanan kata.. bahkan Pak No pun butuh quality time bersama keluarganya..

Sampai di angkringan Pak No terlihat hanya istrinya yang jaga, Bu No atau Mbak No.. Meskipun kami memanggil Pak No, tapi untuk istrinya mungkin lebih tepat disebut Mbak.. wong masih muda belia kelihatannya.. sorry lho Pak No.. tapi asli, yang ini serius..

Saya mendekat ke angkringannya.. Dari jauh kelihatan Pak No yang ternyata sedang sibuk dengan handuk diatas kepala ternyata melihat saya..

Pak...”  Sapaan saya ke Pak No dari jauh, sambil mendekat ke Mbak No..

Wau mpun di sms Alex mbak? Saya sambil mulai mendekat Mbak No..

Sms apa mas?” Mbak No malah menjadi bingung.. Ya ini salah saya karna langsung to the point tanpa babibu dulu..

Karo Bune wae sik.. pulsa kui bunee.. ” Pak No sambil mainan handuk masih dari jauh mungkin mendengar saya...

Saya ngacungin jempol ke arahnya..

Mbak, pulsa 10 reguler 10 sms.. pinten??” kataku pada Mbak No yang tampak belia ini...

Begitu dikode Pak No, Mbak No faham dan langsung ngambil kalkulator dipegang kemudian .. “22 mas...” Jawabnya.. Kalkulator hanyalah sok sok an  saja ternyata.. ben ketok ngitung.... syem..

Saya mengulurkan uang 25 ribuan dari dompet kearahnya dan disusuki 3 rebuan yang langsung masuk dompet saya lagi..

Suwun ya mbak...” lanjut saya sambil jalan ke arah saprol..

Ya mas...” Jawab Mbak No kalem

Setelah wira wiri bersama urusan saya di bawah (sleman selatan dan sekitaran kota) saya sadar kalo ternyata pulsa sms saya belum masuk. Pulsa Owok saya cek sudah masuk. Sambil jalan pulang ke Gentan, saya sempetin mampir ke Pak No lagi untuk beli es teh yang manis, jogja panas bener hari ini, juga sekalian melakukan rekalkulasi perwujudan uang 22 ribu yang sudah saya bayarkan tadi... pret.

Sesampainya disana yang jaga angkringan sudah ganti Pak No..

Alex sampun mriki Pak? “ Tanya saya memulai pembicaraan..

Durung ki Mas.., mung mau sms nyuwun kirim pulsa..” Jawab Pak No sambil sibuk dengan ceret panas didepannya

Pak, pulsa sms-e kula wau dereng mlebet..” Protes saya sambil mesen es teh.

Iya po? Nomere? “ Jawab Pak No sigap menanggapi keluhan pelanggan dengan langsung menyambar hp jadul bisnis pulsanya. Salut..

Sing wau disms alex Pak..” Jawab saya. Karena Pak No dan Alex sudah kenal betul..

Uwis ki Mas, 10 reguler toh?” Jawab Pak No kemudian..

Wooo kurang Pak, sekalian 10 sms..” Lanjut saya, syem ternyata Alex smsnya ndak komplit toh..

Okeee... siaaap.. nomere?” Pak No langsung nunyuki tuts hp jadulnya..

sama Pak.. 0857277xxxx “ Lanjut saya sekalian, daripada membiarkan Pak No mbukak-mbukak sms dari Alex..

Dari dalam rumah Mbak No menghampiri saya ...

Mas iki lho pak ne.. iki mau mung mbayar pulsa thok tapi ra ngewenehi nomer hape njuk lunga thok..” Mbak No seolah curhat ke Pak No di hadapan saya...

Ho’o koe to Mas..??” Tanya Pak No kemudian..

Lha kan kula mbayar sing disms  Alex Pak...” Jawab saya..

“Woo Alex ki tuku pulsa nggo koe..? Mogakno kok tak tunggu ora mrene mrene...” Lanjut Pak No

Lha aku yo bingung to Pakne..., mosok mase ki jare tumbas pulsa... tapi kok mung mbayar thok ra ngewenehi nomer... kok njuk lunga....” Mbak No kembali curhat dihadapan saya dan Pak No menggunakan wajah innocentnya..

Kemudian saya menjelaskan kepada pasangan “No” ini..

Kula tumbas pulsa pak  10 reguler 10 sms” tapi via sms Alex.. 10 regulere mpun mlebet.. njuk kula wau mriki mbayar..., tapi niki jebul sing 10 sms dereng mlebet, njuk niki nggenahke malih..” Saya yang gantian surhat di depan pasangan “No” ini..

Ooo gituuu.. “ Pak No dan Mbak No kompak..

Lha tak kira Pak No wau mpun mudeng jhe..” jawabku

Tak kira Alex tuku pulsa dewe, mau aku yo ra nyawang nomere sih mas.. “ jawab Pak No..

Njuk mau ditakoni Bu Ne yo aku radong.. Mas mas tuku pulsa mau kae sopo Pak ne..? Lha aku lagi bar adus je... ra ketok, silo nek seka kadohan..” Sekarang gantian Pak No yang melanjutkan curhat..

Woalaah ternyata tadi Pak No cuman njawab sekenanya....syeeem....

Tanpa terasa es teh manis saya sudah dibungkus tangan cekatan Pak No. Mbak No pun jadi senyum senyum mengingat bagaimana dia tadi bingung sendiri.. dan...


TERNYATA SELAMA INI MBAK NO BELUM MENGENALI SAYAAAAAA.....!!!!!

Aaaarrrrgghhh...!!!!!


......





Read More »

Sabtu, 25 April 2015

Pesona Pantai Nglambor dan Karang Gunung Kidul


Gunung Kidul memang femes dengan wisata pantainya yang kekininian. Ke Jogja kalo belum ke pantainya ya nggak gahol... Sepanjang batasnya dengan samudra Hindia, dari barat mulai batas mBantul hingga timur berbatas Wonogiri menyimpan pantai pantai yang mempesona dan sungguh layak untuk dikunjungi. Jika cukup selo, untuk wisata pantai Gunung Kidul ada baiknya buka maps.google.com dulu. Seret pointer anda ke bagian selatan Provinsi DIY ini dan tentukan mana spot pantai yang akan anda kunjungi.

Beberapa waktu yang lalu saya dan men-temen Jogja mengunjungi sebuah ceruk di barat Pantai Siung, yang belakangan baru tau saya kalo Pantai Nglambor namanya.

Kalo yang ini Pantai Siung, karena parkir motor disini, ya sekalian jepret ...
Akses ke Nglambor cukup mudah, kalo pernah kunjungan ke Pantai Siung, ya pasti tau ke pantai Nglambor, karena lokasi parkir mobil pantai ini berada tepat di pinggir jalan, sebelum ke Pantai Siung. CIYUS..

Saya bersama men-temen yang cupu karna hanya bermodal google maps, diniatkan untuk menginapkan motor di Siung (karena sudah tau) lalu jalan kaki ke Nglambor. Sungguh ini pilihan yang salah. Karena jalur baru telah dibuat khusus untuk motor tinggal ngikut jalan dari parkir mobil saja... (ya karena perkiraan kami pantai nglambor gak ada parkir motornya -__- )

Menyebrang Siung – Nglambor melewati perbukitan enak-enak susah. Minim papan petunjuk dan jalur yang dilewati-pun hanya jalur petani ke ladang. Ya mau gimana, wong kita tau jalurnya itu ya cuman lewat google maps, dimana ada jalur putih (jalan) kami percaya.. ternyata jalurnya super!! Kami juga melewati hutan jati dan sempat berjumpa dengan monyet liar sebelum akhirnya mendapat view Pantai Nglambor dari sisi utara. JOS!!

Kesasar dan jalan buntu, tapi pemandangan bukit karangnya JOSHGANDHOS
Pantai ini (menurut saya) adalah pantai yang baru, dan terbukti karena bangunan disana cukup minim. Tapi jangan salah, walaupun hanya 2-3 bangunan permanen, fasilitas disini cukup lumayan bagi pengunjungnya. Ada toilet, warung dan juga persewaan alat selam/snorkeling.

Berada diceruk hampir hampir mirip wedi ombo tapi yang ini lebih kecil, kemping disini cukup nyaman, karena banyak tempat yang dapat dijadikan tempat untuk mendirikan tenda dengan pandan-pandan duri (semacam itulah) yang akan melindungi dari hempasan angin laut secara langsung.

Oiya ketika kami kemping disini pas juga dengan momen blood moon dan cuaca minim mendung, sungguh voila hahaha.. Memandang bintang-bintang dan komet berjatuhan pastinya cihui banget..

Daya tarik pantai ini memang keindahan bawah airnya, meskipun harus bergelut dengan ombak yang cukup lumayan. Katanya sih pantai ini masuk kawasan perlindungan alias konservasi.

Selamat menikmati wisata lokal

Mampir dulu di Indomaret Bunderan arah Goa Pindul

Menikmati sunset di Nglambor

PAGINYA  CERAH!!
beresin 1 tenda dulu  sebelum nyebur

diving diving disitu tuh


....




Read More »

Senin, 20 April 2015

Menikmati Makanan Bungkusan


"Lahan merupakan sesuatu yang tetap, sedangkan manusia akan terus bertambah”
 Kutipan kalimat diatas sesungguhnya tidak ada sangkut pautnya sama-sekali dengan tulisan ini. Postingan tak bermutu kali ini akan berisikan dengan kekecewaan beruntun yang sering saya alami. 

Saudara sekalian tentu pernah kan, membeli makanan di warung kemudian minta dibungkus untuk dimakan di kosan/rumah? 

Nah kekecewaan saya ini berawal dari kasus tersebut. Seringkali kita membungkus nasi + lauk dan sayur dengan harapan bisa lebih ngirit. Akan tetapi kenapa saya selalu merasakan ada yang janggal dengan model makanan bungkus? Ini karena setiap saya makan nasi bungkus, lauk yang tersedia akan selalu terasa kurang. Hingga akhirnya menyisakan nasi saja di beberapa suapan terakhir. Namun, apabila satu lauk terasa kurang, maka opsi untuk menambah jadi 2 lauk, merupakan pilihan yang sulit. Secara otomatis kestabilan dompet akan terganggu. , nambah 1 lauk lagi, maka biasanya malah jadi sisa lauknya, enak tapikan eman-eman toh?

Bungkusan model gini nih yang galau-able..

Memang, selain soal percintaan yang ruwet makanan bungkusan-pun sering membuat saya jadi galau... Ooooooo....

Itu menurut saya, mungkin ada yang bisa memberikan solusi? Atau saya harus tanya Pak Mario Teguh tentang ini? Pak Mario, tolong bantu saya Pak Marioo..... 


Gambar dari :
https://gideonidea.files.wordpress.com/2010/09/nasi_bungkus1.jpg



Read More »