Halaman

Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juni 2025

KUPS KWT Bunga Manila Desa Sedoa

Bukankah kabar baik harus disebar luaskan ?

Mungkin sesekali memang harus berbagi, apasih yang membuat saya mlipir ke Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dari tahun 2023 lalu.. yaaa sudah 2 tahun blog ini pindah homebase ke Kota Palu.

Kabar bagus ini saya ambil dari website PT. Hannah Asa Indonesia, mitra Kegiatan Perhutanan Sosial yang berbasis di Palu.

Boleh banget mampir ke website Hannah Asa Indonesia untuk mendengar cerita pemberdayaan perempuan, literasi keuangan, dan kabar baik dari Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah di : Website Hannah Asa Indonesia 

Poso, 05 Maret 2024 - PT Hannah Asa Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Jerman melalui Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan ( BPSKL ) Wilayah Sulawesi, menggelar pelatihan kewirausahaan dengan tema Peningkatan Kelompok Perempuan Binaan Forest Programme III - Sulawesi.

Edukasi dalam pelatihan ini diberikan oleh Mardiyah, ST, AWP, QWP Selaku Founder Hannah Asa Indonesia. PT Hannah Asa Indonesia merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang jasa konsultan keuangan berbasis syariah dan menerapkan prinsip islam dalam implementasinya. Hannah Asa hadir untuk membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat desa yang ada di Sulawesi Tengah.

Pelaksanaan pelatihan ini berikan kepada salah satu kelompok UMKM yang berada dibawah Binaan Forest Programme III - Sulawesi yaitu Kelompok Wanita Tani Bunga Manila, Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, kabupaten Poso. Pelatihan ini bertempat di kantor Desa Sedoa yang dihadiri sebanyak 15 peserta. Kali ini Hannah Asa memberikan materi pelatihan tentang Tata kelola Usaha, Marketing , Pitch Deck dan Harga Pokok Produksi (HPP).


proses pembuatan sarabba KUPS KWT Bunga Manila

Secara administratif pelaksanaan kegiatan Forest programme III - Sulawesi ini dilaksanakan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Poso di tiga kecamatan ( Kecamatan Lore Barat, Lore utara dan Lore Peore ) tersebar di 15 desa sasaran, dan Kabupaten Sigi di 7 kecamatan ( Kecamatan Kulawi Selatan, Kulawi, Lindu, Palolo, Nokilalaki, Sigi Kota dan Dolo Selatan ) tersebar di 33 desa sasaran.

Ketua KWT Bunga Manila yang sekarang memproduksi Sarabba Instan - Warni Rabili mengatakan, “Kami mendapatkan dukungan dana dari FP3 berupa alat-alat pembuatan sarabba instan dan rumah produksi. Semua itu membantu kami Kwt Bunga Manila yang pada awalnya tidak berdaya, tetapi sekarang dengan adanya dana dari FP3 ini kami bisa memproduksi sarabba instan dengan layak kemasannya. Dan dengan semua itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada FP3 dan BPSKL yang selama ini sudah mendukung kami sampai pada saat ini bisa membuat produk sarabba instan dan kiranya kedepan kami bisa mengembangkan apa yang sudah di rintis oleh FP3”.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk wujud dukungan Hannah Asa yang bertujuan agar dapat membantu mengembangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa di sulawesi tengah. Tidak hanya itu, dengan adanya pelatihan ini diharapkan agar Kelompok Wanita Tani Bunga Manila dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara mengelola usaha yang baik dan benar.

Dari kios kecil inilah KUPS KWt Bunga Manila memulai usaha sarabba dan aneka cemilan lain dari Desa Sedoa

Yak betul, Bu Warni adalah salah satu pentolan atau bahasa kerennya local champion di Desa Sedoa dengan kelompoknya "KUPS KWT Bunga Manila".

Bu Warni bersama KUPS KWT Bunga Manila berusaha di bidang olahan pangan khususnya bahan minuman serbu sarabba, bacanya pake penekanan   SA' RABBA". minuman kesehatan khas orang sulawesi yang terbuat dari jahe, santan, dan gula merah aren.


Kunjungan tim Kementerian Kehutanan , Bappenas, dll ke kelompok KUPS KWT Bunga Manila, tentunya sambil belanja produk dong

KUPS Bunga Manila merupakah salah 1 dari 370-an kelompok usaha yang ada di dalam dan sekitar kawasan hutan yang legal mengelola kawasan hutan dengan payung hukum persetujuan perhutanan sosial. Dari Lembah Napu di pedalaman Poso, Bu Warni berusaha menjadi benteng dalam optimalisasi pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan turut serat berkontribusi dalam usaha peningkatan kesejahteraan keluarganya, melalui jalur usaha bersama ibu-ibu yang lain di Desa Sedoa.

Bonus Padang Napu

Ayok main ke Napu ketemu Bu Warni dan KUPS KWT Bunga Manila dan icip icip sarabba Made In Sedoa..

cerita lain ? Masih banyak... tunggu ya, nanti saya update kabar dari hutan yang lain..

Read More »

Rabu, 26 November 2014

[BUKAN] Repost Merbabu

Sudah lumayan lama rupanya saya ndak nulis hal hal berbau "nggunung" Ya Kan?

Se-enggak pengen-enggak pengennya rasa untuk nggak jalan-jalan kok ya tetep pengen..

Malem-malem gini nulis berbau "nggunung" aneh juga sih ya.. Tapi semua yang terjadi pasti ada alasannya.. Berbekal postingan si kampret "sulak" yang kebetulan malem ini entah ada angin apa saya mampir dotkom-nya sulak, saya jadi mikir..

"Iya,, mikir...."
"Lama nggak posting gunung juga ya. :D"

Maka perkenankanlah saya sedikit berbagi cerita.. dimana, semua berawal dari sini *tunjuk hati

Preparing
Beberapa waktu yang lalu, lama sudah saya sempet "off" , ngaso aktivitas begituan (begituan disini dibaca jalan-jalan ke gunung), hingga pada suatu hari ajakan yang tak mampu ditolak itu datang lagi. Ajakan yang datang dari seorang ahli foto mbambes.

Kemana? deket saja, tempat yang terkenal dengan bukit teletubies-nya. Tujuan dari awal memang hanya photo hunt, kerennyaaaa..... Kami ambil jalur itu ya memang karena pemandangannya dan kebetulan beberapa hari sempet hujan, jadi suzanna harusnya sudah mulai sejuk untuk halan-halan.

Benar saja, jalur yang dulu sempat terasa mematikan karena cuaca yang mawut banget naik sore hari membuat semuanya jadi gamblang. Jalurnya sebenernya asik cyiint. Saya trus trang nggak apal per-postnya, yang pasti dari awal kami sudah disambut HUTAN! Ini memang awal yang membuat semangat saya sendiri. 

Baru aja jalan udah ketemu dedek dedek gemes dari Jogja.Mereka baru pertama kalinya dan niat untuk sampe puncak. JOZ..
Kami hanya bertiga, sayaa, si ahli foto mbambes, dan mas-mas geek mbambes yang pertama kalinya mau diajak naik nggunung... *padahal..... Bersiap dari basecamp, setelah bekal dirasa cukup, kami naik dengan riang, menikmati jalan.

Post demi post kami lewati, sambil mengingat bagaimana susahnya medan dulu, saya masih hafal betul. pantesan kesasar, setelah daerah lapangan dimana dulu kami keok, trek nya naik betul untuk sampai di Sabana 1, dimana kenampakan bukit teletubbies sudah mulai terlihat muaknyuss.. 


Jam 10-an malem, kami sudah mulai mendirinkan tenda. Kabut dan angin ngebut banget, perkiraan saya ya hujan. eh enggak ternyata. syukur deeh.. Tenda yang dipake harusnya cuman buat couple alias sepasang, diisi bertiga dengan badan saya yang paling tipis, tidurpun dibela-belain miring agar muat bertiga. sempit, anget, suk-suk-ndeng.

Mas fotograper yang kayaknya gundah gelisah nggak bisa tidur sekitar jam 3/4 pagi sudah mulai foto-foto, sayangnya lensa tele malah nggak dibawa.. :|
Diisi bertiga
Apalagi yang ditunggu saat pagi.. SUNRISE pastinya! Ajib bener, Sunrise di depan, Merapi dengan kokohnya di kanan dan puncak di kiri. SUPERB! Nggak ada yang lain selain disini. #yaiyalahbrew. Lanjut masak dan bergembira karena ini kali pertama lewat jalur ini dan *hampir sampe puncak bagi kami bertiga. Cupuu... Berikut saya lampirkan beberapa hasil jepretan selama halan-halan kami waktu itu.. foto terlampir :))
Imut-imutan di deket tempat nenda

Biar dapet view yang bagoos..

view tempat nenda kami dengan background merapiini yang nagih..!!
Udah mirip JMT?

Surakarta, Salam mdpl...
....

Read More »

Sabtu, 18 Oktober 2014

Menikmati Nonton Tv NHK

Sejak rumah pasang parabola beberapa tahun silam, membuat saya ketagihan siaran salah satu stasiun tv.NHK jepang.

Selain siaran yang saya rasa diulang ulang terus (mungkin karena parabola gratisan), NHK menyiarkan sesuatu yang berbeda. Tayangan recovery tsunami dan gempa yang slalu membuat kagum, perkembangan keuangan, bisnis, ekonomi yang saya ndak mudeng, dan tentang alam.

Tayangan tentang alam sungguh memukau. Ini tentang bagaimana Jepang mengelola kelestarian alam mereka. Bagaimana musim dingin, pertanian tradional, hijaunya bukit bukit Jepang, MEMUKAU!!

Salah satu tayangan tentang alam biasanya yang sering diputar adalah tentang "Satoyama" yang menayangkan bagaimana masyarakat lokal sana bisa membaur dengan alam. Maka gak heran kalo tag line Satoyama yaitu "Living Harmony with Nature" (semoga saya ngingetnya bener)

Ditengah gempuran modernisasi, menjaga kelestarian alam bukanlah hal yang mudah. Menjaga lestarinya alam berarti pula menjaga supply air, oksigen, florafauna dan buanyak aspek lainnya.
Sepertinya tv nasional pun mulai tergerak akan model tayangan seperti ini, TVRI., baru TVRI dan mungkin Metro TV dengan tayangan bernuansa alamnya dan tentu saja Eagle Awardnya. Lumayan lah..

Adalagi, NHK menayangkan lagu tentang menjaga alam bagi generasi mendatang, dan pintarnya lagu itu dikemas dengan model kartun. Ya, kartun tentunya dapat dinikmati siapa saja. Demi lingkungan yang lebih baik, tentunya harus pula dipersiapkan melalui generasi muda.. Mungkin itu salah satu pesan yang dapat saya terima..

*pict jepretan lagu kartun yang saya maksud..

Read More »